Paul Ince Serang Romelu Lukaku: Apa Bagusnya ia Bagi MU?

Paul Ince Serang Romelu Lukaku: Apa Bagusnya ia Bagi MU?

Paul Ince meluncurkan kecaman pedas terhadap penampilan ujung tombak Manchester United, Romelu Lukaku. Menurut bekas bintang The Red Devils itu, sang striker tak memberi pengaruh apa pun apabila tidak berhasil menyarangkan goal.

27 goal yang diciptakan Lukaku di musim kemarin tampak seperti jadi bukti jika ia dapat diandalkan menjadi tukang gedor tumpuan MU. Tapi entah kenapa raihan goal-nya melalui 18 performanya di seluruh turnamen mengalami penurunan sampai ke angka 5.

Di partai melawan Arsenal yang dimulai di penghujung pekan lalu, Jose Mourinho yang adalah manajer baru memasukkannya pada fase ke 2. Keputusan ini dipertanyakan oleh publik yang berpikir jika Lukaku dapat memberi efek apabila diturunkan semenjak pertama.

Berlawanan dengan publik, Paul Ince malah menyuport keputusan Mourinho guna memarkirnya ketika melawan Arsenal. Lantaran baginya, Lukaku tak memberi peran apa pun apabila lagi di dalam situasi mandul.

“Lukaku tak menyarangkan goal pada saat itu. Serta kala dia tak menyarangkan goal, apa bagusnya dirinya? Tak ada,” tutur Paul Ince pada Paddy Power belum lama ini.

“Bila fungsi utama ialah seorang ujung tombak, dan kamu tak menyarangkan goal sambil bersenang-senang, maka apa artinya kamu ada di arena pertandingan?” tambahnya.

Untuknya, Mourinho telah tepat sebab memikirkan yang dibutuhkan kesebelasan daripada memberi peluang untuk pemain buat menumbuhkan kepercayaan dirinya. Terlebih apabila mengingat MU tengah ada pada tempat yang buruk sekarang.

“Bila kamu tak menyarangkan goal selaku ujung tombak – kamu semestinya diparkir. Aku paham kepercayaan dirinya tengah rendah, namun Mourinho mesti berpikir tentang team,” lanjutnya.

“Mereka tengah berada pada peringkat 8, yang rasanya memalukan. Jadi, semuanya berbicara mengenai mendapat angka di klasemen. Dan jika ini artinya wajib memarkir Lukaku, maka inilah yang perlu ia kerjakan. Sederhana,” tambahnya.

Goal terbaru Lukaku di kampanye musim ini terlahir di awal bulan Desember ini, kala Manchester United melawan Southampton di dalam kompetisi Premier League. Goal itu menghentikan rekor mandulnya yang sudah berlangsung 12 laga.