Jerman Terancam Terdegradasi, Ukraina dan Georgia Naik kasta

Jerman Terancam Terdegradasi, Ukraina dan Georgia Naik kasta

Tim nasional Jerman serta Ukraina mendapatkan nasib kontradiktif di lanjutan pertandingan UEFA Nations League. Jerman terancam terdegradasi, sementara Ukraina dipastikan akan promosi menuju divisi tertinggi.

Tim nasional Jerman serta tim nasional Ukraina menjalani laga ke 3 pada UEFA Nations League di Selasa (16/10/2018) atau Rabu malam WIB.

Mereka ada pada 2 divisi yang lain bersama raihan pencapaian yang berlainan juga.

Tim nasional Jerman menerima kekalahan beberapa saat bertandang menuju Prancis di duel Grup satu pada Liga A ataupun kasta tertinggi turnamen itu.

Karena pencapaian itu, Toni Kroos dkk ada pada bibir jurang degradasi bersama koleksi hanya 1 angka di dalam 1 pertandingan tersisa.

Jerman tertinggal dari Prancis (7) serta Belanda (3). Mereka terancam turun level menuju Liga B ataupun divisi ke 2 UEFA Nations League.

Menang saja vs Belanda di pertandingan ke 4 mendatang (19/11/2018) tidak cukup untuk Jerman karena masih tergantung hasil pertandingan lainnya yang melibatkan ke 2 musuh mereka.

Sampai masuk ke hari pertandingan 16 Oktober 2018, telah ada 2 kesebelasan yang turun kasta melalui Liga A, yaitu Islandia pada Grup dua serta Polandia pada Grup tiga.

Di sisi lain, tim nasional Ukraina dipastikan menyambar tiket naik kasta dari Liga B menuju Liga A.

Pasukan legenda AC Milan, Andriy Shevchenko, memastikannya via hasil positif 1-0 vs Rep. Ceska.

Goal solo Ruslan Malinovskiy membikin tim nasional Ukraina mencatat catatan sempurna 9 angka dari 3 laga serta memuncaki klasemen Grup satu.

Koleksi angka Ukraina tidak mungkin lagi diburu Rep. Ceska (3) serta Slovakia (0), hingga jatah naik kasta menuju Liga A berhasil diamankan.

Kenaikan level pun diperoleh peserta Liga D atau divisi terbawah, Georgia.

Sebagaimana halnya Ukraina, Georgia menegaskan tiket naik kasta dengan bekal angka sempurna di atap klasemen Grup satu.

Setelah menekuk Latvia 3-0, Selasa (16/10/2018), mereka menambah koleksi menjadi 12 angka dari empat pertandingan serta tidak mungkin lagi disusul Kazaakstan (5), Latvia (2), dan Andorra (2).