Fabregas Prihatin Tengok Atmosfer Partai puncak Liga Europa

Laga pamungkas Liga Europa telah berakhir bergulir dengan berbuah Chelsea menjadi juaranya. Meski begitu perhelatan laga antara Chelsea dengan Arsenal di Baku, Azerbaijan, ini memperoleh sorotan tajam dari Cesc Fabregas.

Menurut yang diketahui terpilihnya Baku menjadi posisi diselenggarakannya laga pamungkas Liga Europa memang menuai kontroversi. Di samping tentang jarak tempuh yang lumayan jauh, soal politik yang membikin pemain Arsenal, Henrikh Mkhitaryan, tak dapat terbang menuju Azerbaijan jua menambah permasalahan laga pamungkas kali ini.

Imbasnya laga pamungkas kali ini jauh dari kata perfect apabila dipandang dari antusiasme penggemar. Bagaimana tidak dari 55 000 tempat duduk cuma setengahnya saja yang terisi. Hal itu juga yang membikin Fabregas prihatin dengan fenomena yang ada.

“Sesuatu sewajarnya bertransformasi. Sebagai pemain kami menerapkan performa kami di gelanggang, namun para fans merupakan semuanya di dalam sepakbola. Bintang muncul dan pergi namun fans merupakan mereka yang senantiasa tersedia di sana, ” tutur Fabregas pada BT Sport, Kamis (30/5/2019).

“Begitu tidak sedikit kawan aku yang mau hadir namun mereka tak dapat sebab mereka tak bisa bergabung menuju tempat sejauh ini. Masuk akal untuk aku dengan 2 kesebelasan London apabila bertanding di Old Trafford ataupun Wembley. Kamu perlu lebih bijaksana mempertimbangkan ini. Situasi ini amat disayangkan berlangsung di pertandingan laga pamungkas, ” jelasnya lagi.

Pada pertandingan pagi tadi Chelsea menjadi juara usai menghajar Arsenal 4-1. Piala ini sekalian menjadi piala ke 2 mereka di Liga Europa.