Berita Liga Inggris

5 Pemain bertahan yang Juga Patut Dapatkan Ballon d’Or

5 Pemain bertahan yang Juga Patut Dapatkan Ballon d'Or

5 Pemain bertahan yang Juga Patut Dapatkan Ballon d’Or – Defender acapkali dibiarkan saat apresiasi individu, terlebih lagi didalam perebutan Ballon d’Or. Tetapi, hal tersebut sangat tidak adil mengingat bek tengah dan fullback pula adalah tulang punggung keberhasilan sebuah klub. Sudah waktunya kita menyadari jika defender pun memiliki fungsi yang cukup bernilai di medan pertempuran. Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo yang sekarang ini merupakan 2 bintang cemerlang dunia jelas saja tidak akan dapat berhasil jika di tim mereka tidak memiliki defender bermutu. Namun, malahan para striker yang lebih banyak memperoleh pengakuan berupa trofi pesepakbola terbaik. Padahal, demi memperoleh keberhasilan, sebuah tim harus menghandalkan kerja keras 11 pesepakbola dan tidak hanya penghasil gol. Melalui perspektif tersebut, tidak akan diragukan lagi jika defender pun mempunyai peran yang sama vitalnya dengan gelandang maupun penyerang. Oleh sebab itu, defender pun patut memperoleh apresiasi individu yang tertinggi semacam Ballon d’Or. Di bawah ini 5 defender masa sekarang ini yang juga patut memperoleh Ballon d’Or:

Leonardo Bonucci – Leonardo Bonucci telah jadi salah satu bek tengah cemerlang di dunia didalam beberapa musim belakangan. Dia menyokong Juve memenangi 6 gelar Serie A dan masuk ke 2 final Liga Champions. Leo merupakan bek modern karena agresivitasnya, membaca permainan dan keahlian menerima bola. Pemain berumur 30 tahun tersebut termasuk salah satu deep lying playmaker di dunia. Ketika Claudio Marchisio luka dan Miralem Pjanic belum datang, dialah yang meng-handle build-up bermain Juve. Campur tangan Bonucci di dalam sistem Antonio Conte di Euro 2016 begitu tampak sebab dia kerap sebagai salah satu pesepakbola terbaik Italia. Jelang hijrah ke AC Milan dan jadi kapten di sana, Bonucci telah memainkan peran vital di Juve, mencapai total menit paling tinggi ke-2 tanpa kejebolan gol, didalam sejarah Liga Champions. Tidak hanya menang didalam bertahan, Bonucci mengakhiri musim ini dengan mencetak 4 gol dan 8 assist.

Marcelo – Marcelo adalah bek kiri cemerlang di mancanegara. Musim 2016/17 boleh dikatakan musim terbaiknya, di mana dia memainkan peran vital ketika Real Madrid meraih gelar La Liga dan Liga Champions. Marcelo bermain impresif selama musim, akan tetapi khususnya jelang paruh ke-2 musim. Menghadapi Bayern Munchen di perempatfinal Liga Champions, pesepakbola berumur 29 tahun tersebut memunculkan salah satu performa terbaiknya, ketika menutup pergerakan pesepakbola Belanda Arjen Robben di Santiago Bernabeu, sekaligus menyokong gempuran. Cristiano Ronaldo bisa jadi menorehkan hat-trick, namun cuma secuil yang menyangsikan jika tanpa Marcelo, raksasa Spanyol barangkali tidaklah sukses masuk ke semifinal, terlebih lagi memperoleh gelar juara. Marcelo menyelesaikan musim dengan koleksi 2 gol dan 13 assists.

Philipp Lahm – Philipp Lahm telah gantung sepatu di akhir musim 2016/2017, tetapi ia selalu memperlihatkan performa yang secara terus menerus di dalam tiap-tiap laga. Josep Guardiola pastinya memiliki argumen kenapa ia memberi nilai pemain berumur 33 tahun tersebut sebagai pesepakbola cukup cerdas yang sempat ditanganinya. Satu pujian istimewa dari salah satu pelatih yang sangat gemilang di dunia sepakbola. Lahm sebagai tokoh kunci untuk raksasa Bundesliga Bayern Munich sepanjang 12 tahun belakangan, di mana mereka begitu mendominasi kejuaraan lokal. Pasca takluk atas Inter Milan dan Chelsea pada final Liga Champions, Bayern kemudian sukses sebagai juara usai mempecundangi Borussia Dortmund pada tahun 2013. Setelah tidak berhasil sebagai jawara dunia di 2006 dan 2012, Lahm kemudian sukses membawa Jerman mengangkat trofi Piala Dunia di 2014 dan sekalian menutup karirnya internasional dengan menarik.

Dani Alves – Mirip seperti Philipp Lahm, Dani Alves ialah salah satu fullback paling baik didalam sejarah sepakbola, dan baru saja menghabiskan musim yang istimewa di Juve. Raksasa Italia tersebut kerap mendapatkan gelar Serie A, namun Alves berhasil memotivasi mereka hingga final Liga Champions, karena mental jawara di ruang ganti, pengalaman dan juga keahlian caranya. Pemain Brasil tersebut menorehkan 3 gol dan mengemas 4 assist di Liga Champions, dan performa terbaiknya terwujud di fase knock out menghadapi tim sama seperti Porto, Barcelona dan AS Monaco. Tidak sedikit yang beranggapan Alves jadi fullback paling baik di generasinya dan begitu pas mendapatkan Ballon d’Or. Lebih lagi sang pesepakbola telah memperoleh keberhasilan besar dengan memenangi 34 trofi didalam selama karirnya.

Sergio Ramos – Saat berbicara siapakah defender yang sesuai memenangi Ballon d’Or, nama Sergio Ramos jelas akan tergambar didalam otak Anda. Didalam 3 tahun belakangan, tidak ada bek yang sangat pantas lagi mendapatkan penghargaan itu selain kapten Real Madrid. Pesepakbola berumur 31 tahun tersebut tidak cuma menambahkan kemampuan bertahannya dan meminimalisasi tendensinya demi melaksanakan kekeliruan, tetapi dia juga telah memberikan dampak yang berarti di atas medan pertempuran. Ramos tidak beda sangat pentingnya dengan pesepakbola Madrid yang lainnya ketika memenangi 3 trofi Liga Champions didalam 4 tahun belakangan. Di final 2014 menghadapi Atletico Madrid, Ramos yang menghasilkan gol penyeimbang di menit terakhir yang lalu membuahkan gelar. Sebelum itu, dia menghasilkan 2 gol ketika menaklukan Bayern Munchen ketika klubnya unggul 4-0 di Jerman. Pada 2016, dia menghasilkan gol lagi di final, ketika Los Merengues memenangi derby melalui adu penalti, dan akhirnya mendapatkan gelar Liga Champions. Akan tetapi pada musim yg lalu, Ramos menghasilkan 9 gol. Walupun bermain cemerlang di garis belakang, Ramos tampaknya masih kalah bila di kompare dengan Cristiano Ronaldo yang cukup difavoritkan demi mendapat penghargaan Ballon d’Or tahun ini.