5 Faktor yang Membikin Liverpool Difavoritkan dalam bentrokan final Liga Champions

5 Faktor yang Membikin Liverpool Difavoritkan dalam bentrokan final Liga Champions

Pagi mendatang, 2 tim dari Inggris, Tottenham Hotspur dan Liverpool bakal saling sikut untuk memenangkan trofi Liga Champions kompetisi musim 2018-19. Mereka berdua jelas mau menyetop puasa trofi yang telah lumayan lama mereka jalani.

Tottenham yang terbaru memenangkan penghargaan di tahun 2008 lalu. Saat itu, The Lilywhites sukses merengkih trofi Piala Liga Inggris usai menghajar Chelsea di laga pamungkas. Piala terbaru Liverpool jua merupakan Piala Liga Inggris. Mereka sukses mengangkat trofi di edisi 2011-12 usai menghajar Cardiff City.

Walau ke 2 tim sama-sama punya rasa lapar yang lumayan besar, Liverpool bertindak sebagai kesebelasan favorit dalam laga final mendatang. Dilansir dari situs prediksi bola, ada lima penyebab yang membikin Liverpool difavoritkan untuk merengkuh trofi Liga Champions:

VIRGIL VAN DIJK DAN ALISSON BECKER – Kedatangan Virgil van Dijk dan Alisson Becker membikin Liverpool sukses jadi salah satu kesebelasan dengan sektor barisan defensif paling baik. Selama kompetisi musim 2018-19, gawang The Reds cuma kemasukan 38 kali dari 52 laga di seluruh turnamen.

Di samping itu, kedatangan Alisson jua tampak seperti jadi jawaban atas buruknya penampilan Lorius Karius dalam laga final kompetisi musim 2017-18 silam. Kiper dari Brasil ini diperkirakan bakal bisa membikin bintang-bintang serang Tottenham putus harapan di Wanda Metropolitano.

SITUASI FISIK HARRY KANE – Situasi fisik Harry Kane yang tengah jadi tanda tanya besar sampai sekarang membikin Livepool dapat bernafas dengan cukup lega. Sebab, Harry Kane adalah mesin goal kunci Tottenham di tiap musim terbaru.

Pada pertandingan semi-final Liga Champions kontra Ajax, Lucas Moura memang sukses jadi pahlawan usai bisa menyarangkan hat-trick menuju gawang Andre Onana. Tapi, peluang absennya Harry Kane membikin mentalitas bermain Tottenham cukup terpuruk. Hal itu berlangsung sebab Kane jua adalah salah satu pemimpin di atas gelanggang.

JAM TERBANG TAMPIL DALAM PERTANDINGAN FINAL – Pertandingan pagi mendatang adalah partai puncak perdana Tottenham Hotspur di turnamen Liga Champions. Di turnamen Eropa, pertandingan final terbaru dari The Lilywhites berlangsung di turnamen Piala UEFA pada kompetisi musim 1983-84.

Menurut admin web ini, hal itu jelas jadi sebuah keuntungan untuk Liverpool. Sebab, mereka sukses menuju ke pertandingan Liga Europa pada kompetisi musim 2015-16 dan laga pamungkas Liga Champions musim kemarin. Apabila ditarik sedikit lebih jauh lagi, pertandingan mendatang adalah laga pamungkas turnamen Eropa yang ke-13 selama history mereka. Dari 13 pertandingan final itu, The Reds sukses mendapat 8 kemenangan.

KIERAN TRIPPIER – Kieran Trippier memang berstatus menjadi salah satu pemain bertahan kanan paling baik Inggris sekarang. Tapi, Trippier tidak berhasil memperlihatkan performa paling bagusnya selama kompetisi musim 2018-19.

Bintang dari Inggris ini sering kali jadi kambing hitam sebab lumayan terus berbuat blunder-blunder parah. Di samping itu, dia jua tidak berhasil memperlihatkan penampilan paling baik saat melaju mendukung lini serang.

Catatan ini jelas jadi sebuah makanan empuk untuk Sadio Mane dan Mohamed Salah yang diperkirakan tidak bakal kesultian untuk melalui hadangan Trippier.

DAPAT MEMAINKAN SKUAT PALING BAIK – Telah pulihnya situasi fisik Roberto Firmino usai cedera otot membuat dirinya diperkirakan bakal dapat berlaga maksimal pada pertandingan final mendatang. Lebih lanjut, Alex Oxlade-Chamberlain jua telah dapat balik lagi merumput usai pulih dari cedera ACL yang membuat dirinya mesti tidak ikut serta sepanjang 1 tahun lebih.

Satu-satunya bintang Liverpool yang tidak dapat main dalam laga pucuk mendatang ialah Naby Keita yang dihantam cedera. Hal itu jelas tak sama dengan situasi skuat Tottenham.

Sampai sekarang, terdapat lumayan tidak sedikit punggawa The Lilywhites yang situasinya terus dipertanyakan. Termasuk Harry Kane, Harry Winks, Jan Vertonghen, Davinson Sanchez, dan Victor Wanyama. Situasi itu membikin Mauricio Pochettino mesti memutar otak untuk meramu kesebelasan paling baik yang bakal dimainkan dalam laga final.